1. PENTAHTAAN 2. NYANYIAN IRINGAN PENTAHTAAN SAKRAMEN MAHAKUDUS 3. SERUAN PEMBUKA
I: Mari menimba air kehidupan
U: Dari sumber-sumber keselamatan
I: Marilah berdoa (hening sejenak)
Allah yang penuh belas Dalam hati PuteraMu yang terlukai dosa-dosa kami,
Engkau menganugerahi kami hati cinta kasihMu yang tak terhingga.
Perkenankanlah kami menyampaikan sembah bakti kami kepadaNya
Dan mengamalkan tobat kami dalam langkah laku yang pantas,
demi Kristus Tuhan kami
U Amin. 4. DOA PENYERAHAN DIRI KEPADA HATI KUDUS YESUS
P: Yesus yang terkasih, Penebus umat manusia, kami ini umatMu dan ingin tetap menjadi
umatMu. Tetapi agar persatuan kami dengan Dikau menjadi semakin erat,
kini kami bersujud di hadapanMu dan menyerahkan diri kepadaMu. U: Terpujilah Engkau, Juruselamat kami.
P: Kasihanilah semua orang yang belum pernah mengenal Engkau; kasihanilah pula semua
orang yang menolak Engkau dan tidak mau menaati perintah-perintahMu. Tuhan yang Mahamurah, tariklah mereka kepadaMu. U: Terpujilah Engkau, Juruselamat kami.
P: Rajailah kaum beriman yang belum pernah meninggalkan Engkau; rajailah pula mereka
yang menghambur-hamburkan harta warisannya, yakni anak-anak hilang yang kini kelaparan. Bawalah mereka kembali ke Rumah Bapa. U: Terpujilah Engkau, Juruselamat kami.
P: Rajailah mereka yang tertipu oleh pengajaran sesat dan yang terpecah-belah karena
perselisihan. Semoga segera tibalah saatnya kami menjadi satu dalam
iman dan kebenaran, menjadi satu kawanan, dengan Dikau sendiri sebagai
Gembala utama. U: Terpujilah Engkau, Juruselamat kami.
P: Berilah GerejaMu kemerdekaan dan damai. Berilah segala bangsa
keadilan dan kebenaran, ketertiban dan ketenteraman; himpunkanlah mereka
dalam persatuan yang teguh. Semoga di seluruh dunia berkumandanglah
satu seruan ini, ”Kemuliaan kepada Hati Ilahi, pangkal keselamatan
kita. Hormat dan pujian bagiNya sepanjang masa.” Amin. 5. TANTUM ERGO
Sakramen yang Mahasuci, kami sujud berbakti Perjanjian Lama kini sudah diperbarui. Imanlah yang melengkapi panca indra insani. KepadaMu Allah Bapa, kepada Allah Putra kepada Roh Kudus pula hormat bakti yang sama Puji syukur selamanya dari kami bersama. Amin.
Tantum ergo sacramentum, veneremur cernui: Et antiquum documentum novo cedat ritui Praestet fides supplementum sensuum defectui Genitori, Genitoque laus et iubilatio, Salus honor, virtus quoque sit et benedictio. Procedenti ab Utroque compar sit laudatio. Amen.
I: Engkau telah memberi kami roti surgawi.
U: Yang mengandung segala kesegaran.
I Marilah berdoa (hening sejenak)
Tuhan Yesus Kristus,
dalam perayaan Ekaristi kami mengenangkan
sengsara, wafat, dan kebangkitanMu.
Semoga ibadat pujian Sakramen Mahakudus ini,
semakin membuat kami sadar akan besarnya cintaMu,
sehingga kami boleh mengalami
keselamatan dan damaiMu di bumi
dan menikmati kebahagiaan abadi di surga.
Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami
U Amin.
6. PERMENUNGAN SEBELUM BERKAT 7. BERKAT (dengan monstrans) 8. DOA PUJIAN AGUNG
Terpujilah Allah,
Terpujilah namaNya yang kudus.
Terpujilah Yesus Kristus,
Sungguh Allah sungguh manusi-a.
Terpujilah nama Yesus.
Terpujilah hatiNya yang mahakudus.
Terpujilah darahNya yang mahaindah.
Terpujilah Yesus dalam sakramen Mahakudus.
Terpujilah Roh Kudus Penolong kita.
Terpujilah Roh Kudus penghibur kita.
Terpujilah Bunda Allah yang tiada bandingnya,
Perawan yang amat suci.
Terpujilah nama Maria, perawan dan bunda.
Terpujilah Maria,
Yang diangkat ke surga dengan muli-a.
Terpujilah santo Yusuf,
Mempelainya yang amat suci.
Terpujilah Allah, dalam para malaikatNya,
Dan semua orang kudus. Amin 9. PENGUTUSAN
I: Saudari-saudara, dengan ini Perayaan Ekaristi dan Adorasi kepada Sakramen Mahakudus telah selesai.
U: Syukur kepada Allah.
I: Marilah kita pulang sambil mewartakan damai dan cinta kasih Tuhan.
U: Amin 10. LAGU PENUTUP
Bapa Kami............................(1 kali) Salam Maria..........................(1 kali) Aku Percaya......................... (1 kali)
Pada manik "Bapa Kami" Rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:
Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putera-Mu yang terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia
Pada manik "Salam Maria" Rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:
Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah Belas kasihMU kepada kami dan seluruh dunia (10 Kali)
Koronka ditutup dengan doa:
Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus yang kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (3 kali).
Kata Pengantar,misalnya: P. Saudara-saudara
terkasih, pada hari ini kita berkumpul untuk merenungkan sengsara Tuhan
kita Yesus Kristus. Dengan mengenangkan kembali kesengsaraan Tuhan
Yesus, kita ingin makin menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita.
Kecuali itu, kita berharap dapat makin sadar akan segala dosa yang
sering kita lakukan, sebab dosa-dosa kitalah yang menyebabkan Tuhan
Yesus menderita sengsara sampai wafat di kayu salib.
Doa Pembukaan P. Marilah kita berdoa (Hening): Allah,
Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu, karena pada hari ini kami
Kau kumpulkan. Lewat Jalan salib ini kami ingin mengenangkan kembali
Yesus Kristus, yang menderita sengsara demi keselamatan kami.
Semoga Roh Kudus yang Kau curahkan ke dalam hati kami, membuat kami semakin menyadari betapa besar cinta-Mu kepada kami.
Maka lewat Jalan salib ini ajarlah kami, agar kami tidak takut
mencintai Engkau dan sesama kami, demi Yesus Kristus, yang bersama
Dikau dan Roh Kudus, mendampingi hidup kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
Perhentian 1 : Yesus dijatuhi Hukuman mati
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Sesudah ditangkap, Yesus mula-mula dihadapkan ke
sidang mahkamah agama. Pada keesokan harinya Ia dibawa ke Pengadilan
Pilatus. Pilatus bertanya kepada orang-orang Yahudi, “Apakah tuduhanmu
terhadap orang ini?” Mereka menjawab dengan mengajukan saksi-saksi
dusta. Kemudian Pilatus masuk ke dalam Gedung Pengadilan dan memanggil
Yesus untuk ditanyai tentang tuduhan mereka.
Tetapi Pilatus
tidak menemukan kesalahan apapun seperti yang dituduhkan mereka pada
Yesus. Maka Pilatus berusaha melepaskan Yesus, namun oleh desakan para
tua-tua, ahli-ahli Taurat dan seluruh rakyat, Pilatus menjatuhkan
hukuman mati: Ia menyerahkan Yesus kepada rakyat Yahudi untuk disalibkan
(Bdk. Yoh 18:38-19:16).
“Salib bagi orang-orang yang akan binasa memang merupakan kebodohan,
tetapi bagi kita yang diselamatkan salib adalah kekuatan Allah.” (1Kor
1:18)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, kami
bersyukur atas pengurbanan-Mu demi keselamatan kami. Demi kami Engkau
telah setia kepada kehendak Bapa kendati Engkau harus menghadapi hukuman
mati di Salib. Semoga kami pun selalu setia kepada kehendak Bapa, juga
kalau karena kesetiaan itu kami harus menderita seperti Engkau. Sebab
Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. U. Amin
P. Tuhan, kasihanilah kami U. Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini. Bapa Kami...
Nyanyian; Anak domba tak bersalah, ajar kami pun berpasrah, taat pada Bapa-Mu
Perhentian 2 : Yesus Memanggul Salib
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Yesus tidak bersalah, namun dijatuhi hukuman
mati. Setelah diolok-olok, diludahi, dimahkotai duri, dan disesah, Yesus
dibawa keluar dari balai pengadilan untuk disalibkan. “Sambil memikul
salib-Nya Yesus pergi ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam
bahasa Ibrani: Golgota.” (Yoh 19:17)
Dengan memanggul sendiri Salib-Nya, Yesus telah mengajar kita,
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9:23)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, kami
bersyukur karena boleh ambil bagian dalam Salib-Mu. Engkau mengizinkan
kami seperasaan dan sependeritaan dengan Dikau. Semoga kami setia
memikul salib kami, yang kecil dan ringan bila dibandingkan dengan
Salib-Mu, supaya kami patut disebut pengikut-Mu, Engkaulah Tuhan kami,
kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Kayu Salib Dia panggul, mari kita pun memikul, salib kita di dunia.
Perhentian 3 : Yesus Jatuh untuk Pertama Kali
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Perjalanan Yesus menuju Golgota semakin lama
semakin jauh meninggalkan kota. Banyak darah keluar dari luka-luka-Nya.
Badan lelah, penat dan lemah. Beban salib pun terasa semakin berat.
Apalagi masih diperberat dengan penderitaan batin: ditinggalkan oleh
para murid-Nya, ditolak oleh bangsa-Nya, dan dijatuhi hukuman mati
kendati tidak bersalah.
Sungguh bukan hanya salib yang dipanggul Yesus, melainkan juga
dosa-dosa kita. “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia
diremukkan oleh karena kejahatan kita; hukuman yang mendatangkan
keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya.” (Yes 53:5)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, kami
bersyukur karena Engkau berkenan memanggul dosa-dosa kami. Kami yang
berbuat dosa, tetapi Engkau yang menanggung hukumannya. Semoga kami
tidak lagi memperberat beban yang harus Kau tanggung. Sebaliknya, semoga
kami selalu berusaha meringankannya dengan bertobat dan dengan
meringankan beban orang lain, agar langkah kami pun lebih ringan untuk
mengikuti Engkau, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Tuhan Yesus, tolong kami bila kami jatuh lagi karena salib yang berat.
Perhentian 4 : Yesus Berjumpa Dengan Ibu-Nya
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Para murid Yesus telah lari, sehingga Yesus harus
menapaki jalan sengsara-Nya seorang diri. Tetapi dalam perjalanan
sengsara ini ternyata masih ada Maria, ibu-Nya, yang setia menderita
bersama Dia. Ibu Yesus ternyata bukan hanya Maria. Yesus sendiri
menegaskan, “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah
saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!” (Mat 12:50)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, kami
bersyukur atas teladan Ibu Maria dalam mendampingi orang yang menderita.
Semoga karena teladan Maria, kami didorong untuk lebih berani ambil
bagian dalam penderitaan dan keprihatinan sesama, lebih-lebih yang
berada disekitar kami. Bantulah kami menjadi sahabat sejati bagi orang
yang menderita, dan dengan demikian menjadi sahabat-Mu sendiri.
Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian: O Maria, bunda kudus, yang setia ikut Yesus, Kau teladan hidupku.
Perhentian 5 : Yesus Ditolong Simon dari Kirene
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Yesus sangat letih dan lemah, padahal tempat yang
dituju masih jauh. “Maka para serdadu menahan seorang yang bernama
Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan
salib Yesus diatas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” (Luk 23:26)
Memanggul Salib merupakan ukuran kelayakan seorang pengikut Yesus,
karena Yesus sendiri bersabda, "Barangsiapa tidak memikul salib-Nya dan
mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Mat 10:38)
Jadi, bagi orang Kristen salib sungguh tidak terelakkan. Salib adalah
beban yang harus kita pikul. Namun, kita akan mampu memikul beban berat
itu kalau kita saling membantu. “Bertolong-tolonglah menanggung
bebanmu! Maka kamu memenuhi hukum Kristus!” (Gal 6:2)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, melalui
Simon dari Kirene engkau mengajar kami untuk meringankan beban
penderitaan orang lain. Kami bersyukur karena, melalui hal-hal yang
kecil, kami Kau perkenankan ambil bagian dalam Salib-Mu yang berat.
Semoga demi Engkau kami tidak takut menolong sesama kami yang sedang
menderita, apa pun resikonya, sebab Engkaulah Tuhan kami, kini dan
sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Apa pun yang kau lakukan bagi para penderita, pada Tuhan berkenan.
Perhentian 6 : Wajah Yesus Diusap oleh Veronika
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Wajah Yesus kotor oleh darah, keringat dan debu.
Semarak dan ketampanan wajah-Nya terasa sirna. Tepatlah gambaran Yesaya,
“Banyak orang akan tertegun memandang Dia; begitu buruk rupa-Nya, tidak
seperti manusia lagi; dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi. Ia
tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada, sehingga kita tidak tertarik
untuk memandang Dia; dan rupa pun tidak sehingga kita tidak
menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina,
sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia.” (Yes 52:14 ; Yes 53:2-3)
Kendati begitu masih ada orang yang bersimpati pada Yesus, yakni
Veronika. Ia maju mendekati Yesus, lalu mengusap wajah-Nya. Dengan
tindakannya yang sederhana Veronika telah menolong orang yang menderita,
menghibur orang yang berduka. Ia memberi contoh kepada kita mengamalkan
amanat salah seorang Rasul Yesus, “Bersukacitalah dengan orang yang
bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” (Rm 12:15)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus,
ampunilah kami yang sering takut menolong orang yang sedang menderita.
Semoga teladan Veronika membuat kami berani berbuat sesuatu, meskipun
kecil, untuk meringankan beban mereka yang sedang menderita. Dengan
demikian kami meringankan pula beban-Mu. Sebab Engkaulah telah menderita
demi kami. Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Bila kita meringankan duka orang yang sengsara, Tuhan Allah berkenan.
Perhentian 7 : Yesus Jatuh Untuk Kedua Kalinya
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Kendati sudah ditolong oleh Simon dari Kirene dan
wajah-Nya sudah dibersihkan, tubuh Yesus tidak bertambah segar. Salib
yang menindih dipundak-Nya terasa semakin berat. Perjalanan masih jauh.
Yesus semakin payah. Untuk kedua kalinya Yesus jatuh. Meskipun
begitu dengan tabah dan teguh hati Ia bangun. Diangkat-Nya kembali Salib
berat itu; Ia meneruskan perjalanan tanpa mengeluh.
Apa yang dinubuatkan Yesaya kini menjadi kenyataan, “Dia dianiaya,
Dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulut-Nya, seperti anak
domba yang dibawa ke tempat pembantaian; seperti induk domba yang kelu
di depan orang-orang yang menggunting bulunya, Ia tidak membuka
mulut-Nya.” (Yes 53:7)
Hening P. Ya Yesus yang tabah, bantulah
kami agar kami mampu bangkit dari kelemahan-kelemahan kami. Semoga kami
mampu memperbaiki diri, dan berani bangkit dari dosa-dosa kami, seperti
Engkau bangkit kembali ketika jatuh tertimpa Salib. Sebab Engkaulah
Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Bilamana kami goyah dan tercampak karena salah ya Tuhan, tegakkanlah.
Perhentian 8: Yesus Menghibur Perempuan-perempuan Yang Menangisi-Nya
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Takkala Yesus menapaki jalan Salib-Nya menuju
Golgota, banyak orang mengikuti Dia; diantaranya banyak wanita yang
menangisi dan meratapi Dia. Yesus berpaling kepada mereka dan berkata,
“Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan
tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” (Luk 23:28)
Kita sering tidak punya waktu dan hati untuk orang lain. Kita sibuk
dengan diri kita sendiri saja. Apalagi kita gampang merasa bahwa
penderitaan kitalah yang paling berat, dan orang lainlah penyebab
penderitaan kita. “Kita sendiri susah, mana mungkin harus menghibur
orang lain?” Beginilah kita sering membela diri.
Yesus memberi teladan supaya kita menghibur orang lain, meskipun kita
sendiri sedang menderita. Tetapi lebih dari itu, kita perlu menangisi
diri kita sendiri, kita perlu bertobat dan mengajak orang lain untuk
bertobat.
Hening P. Tuhan Yesus Kristus yang
maharahim, kami bersyukur karena Engkau mengingatkan kami akan dosa
kami. Memenuhi amanat-Mu, semoga kami berani meratapi dosa-dosa kami.
Bantulah kami bangkit dari dosa dan kelemahan kami, lalu mengusahakan
hidup yang berkenan pada-Mu. Bantulah kami untuk memperhatikan
orang-orang yang menderita di sekitar kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami,
kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Dalam tobat yang sejati, kini akan kuratapi dosa dan pelanggaran.
Perhentian 9 : Yesus Jatuh Untuk Ketiga Kalinya
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Hari semakin panas. Jalan yang menuju puncak
Golgota semakin menanjak. Tubuh Yesus yang semakin lemah tidak mampu
menahan beban Salib yang berat. Untuk ketiga kalinya Yesus jatuh.
Tubuh-Nya terbanting di tanah yang berbatu-batu. Darah kembali mengucur
dari luka-luka-Nya. Dengan sisa tenaga-Nya, Yesus berusaha bangun. Yesus
mau menyelesaikan perjalanan sampai ke puncak Golgota. Cinta-Nya kepada
manusia dan ketaatan-Nya kepada Bapalah yang memberikan kekuatan begitu
besar kepada Yesus.
Beban Yesus makin berat kalau kita sering jatuh ke dalam dosa; atau
kalau kita menjatuhkan orang lain. Dengan jatuh dan bangun lagi Yesus
mengajar kita untuk tidak putus asa. Kalau kita jatuh dalam dosa, kita
bangun lagi.
Hening P. Ampunilah dosa-dosa kami, ya
Yesus yang maharahim. Bebaskanlah kami dari belenggu dosa yang
memenjarakan kami. Tuntunlah langkah kami mengikuti jalan-Mu; jalan
menuju ke hidup kekal. Sebab Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang
masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Bila hatiku gelisah karena dosa dan derita, tangan-Mu ulurkanlah.
Perhentian 10 : Pakaian Yesus Ditanggalkan
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Sesampai di puncak Golgota para prajurit
menanggalkan pakaian Yesus dengan paksa. Mereka mengambil pakaian Yesus,
lalu membaginya menjadi empat bagian; untuk tiap-tiap prajurit satu
bagian. Demikian juga jubah-Nya mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit,
dari atas sampai ke bawah hanya satu tenunan. Karena itu mereka berkata
seorang kepada yang lain; “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa
potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang
mendapatkannya.” Maka genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, “Mereka membagi-bagikan pakaian-Ku diantara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” (Yoh 19:23-24)
Yesus telah menjadi manusia yang paling hina. Bagaimanakah sikap kita
terhadap-Nya? Sudahkah seperti yang dikatakan Yesus pada hari
penghakiman? “Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku
sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi
Aku. Sebab sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah
seorang yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:36)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, kami
bersyukur karena dengan dihinakan di Salib Engkau telah memulihkan
martabat kami yang cemar akibat dosa. Semoga kami mampu menjaga martabat
kami yang luhur dan suci, serta menghindari hal-hal yang merendahkan
martabat kami. Terlebih, semoga kami selalu menaruh hormat dan menjaga
martabat-Mu sendiri yang Kau pertaruhkan dalam diri sesama kami. Sebab
Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Sampailah mereka di tempat yang bernama Golgota,
yang berarti: Tempat Tengkorak. Para serdadu memberikan anggur bercampur
mur kepada Yesus, tetapi Yesus menolaknya. Kemudian mereka menyalibkan
Dia. (Mrk 15:22-24a)
“Manusia lama kita telah turut disalibkan bersama Yesus, supaya tubuh
dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi
kepada dosa.” (Rm 6:6)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, kami
bersyukur Engkau berkenan menanggung sengsara di Salib untuk membebaskan
kami dari kekuasaan dosa. Berilah kami kekuatan untuk menyalibkan
dosa-dosa kami, agar kami kelak Kau bangkitkan dan boleh menikmati
kebahagiaan bersama Engkau. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan
sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Dari Salib Kau melihat tak terbilang yang menghujat, berapakah yang taat.
Perhentian 12 : Yesus Wafat di Salib
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Ketika itu hari sudah kira-kira pukul dua belas,
lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai pukul tiga, sebab
matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. Lalu Yesus
berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa , ke dalam tangan-Mu Kuserahkan
nyawa-Ku!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menyerahkan nyawa-Nya (Luk 23:44-46)
Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan
Kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus menjadi
sangat takut menyaksikan wafat Yesus secara demikian. Mereka berkata,
“Sungguh orang ini adalah Anak Allah!” (Mat 27:54)
“Jika kita telah mati bersama Kristus, kita percaya bahwa kita akan
hidup juga bersama Dia. Maka hendaklah kita semua sadar: Kita telah mati
bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” (Rm 6:8.11)
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, melalui
wafat-Mu di Salib, Engkau telah menyelamatkan kami. Semoga kami yang
telah mengenal misteri Salib dan mengamalkannya di dunia ini kelak boleh
menikmati buah-buah penebusan dalam kerajaan Surga bersama Engkau,
Tuhan kami, untuk selama-lamanya. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Biji mati menghasilkan buah yang berkelimpahan; wafat-Mu menghidupkan.
Perhentian 13 : Yesus Diturunkan dari Salib
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. Di dekat Salib Yesus berdirilah Maria, ibu-Nya,
saudara ibu-Nya Maria istri Kleopas, dan Maria Magdalena. Salah seorang
prajurit menikam lambung Yesus, dan segera keluarlah darah serta air (Yoh 19:25,43).
Hari mulai malam. Maka Yusuf dari Arimatea, yang telah menjadi murid
Yesus, memberanikan diri menghadap Pilatus untuk meminta jenazah Yesus.
Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil
kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Setelah
mendengar keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan jenazah
Yesus kepada Yusuf. Kemudian Yusuf menurunkan jenazah Yesus (Mrk 15:42-46)
Maria menerima jenazah Yesus di pangkuannya. Maria melaksanakan apa
yang pernah dikatakannya, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut
perkataanmu.” (Luk 1:38) Maria memang pantas menjadi teladan bagi setiap orang beriman. Ketika Yesus menderita, ia tetap setia berada di samping-Nya.
Hening P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau
telah membarui dunia lewat sengsara-Mu yang mengagumkan. Resapkanlah
dalam diri kami karya belaskasih-Mu ini, sehingga kami selalu ingat akan
misteri agung ini, dan boleh mengabdikan diri kami seutuh-Nya hanya
kepada-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Salib tanda kehinaan jadi lambang kemenangan karena Tuhan t’lah menang.
Perhentian 14 : Yesus Dimakamkan
P. Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. U. Sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.
L. “Para murid mengambil jenazah Yesus, mengafaninya
dengan kain lenan, dan memburatinya dengan rempah-rempah menurut adat
orang Yahudi bila menguburkan mayat. Dekat tempat Yesus disalibkan ada
suatu kubur baru yang didalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Maka
mereka membaringkan mayat Yesus di situ”. (Yoh 19:40-42).
“Kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam
kematian-Nya. Oleh pembaptisan kita telah dikuburkan bersama-sama dengan
Dia, supaya, sama seperti Kristus dibangkitkan dari antara orang mati
oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup secara baru.” (Rm 6:3-4)
Hening P. Ya Tuhan Yesus Kristus,
Engaku telah turun ke bumi dan telah naik ke surga dengan mulia. Semoga
kami yang telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan, boleh
bangkit pula bersama Engkau untuk hidup abadi. Sebab Engkaulah Tuhan
kami, kini dan sepanjang masa. U. Amin
P: Tuhan, kasihanilah kami U: Allah, kasihanilah kami, orang berdosa ini Bapa Kami...
Nyanyian; Tuhan Yesus dimakamkan, masuk alam kematian, sampai bangkit mulia.
Doa Penutup L. Saudara-saudari,
walaupun dalam rupa Allah, Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan
Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya, la
mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa hamba, dan menjadi sama dengan
manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, la merendahkan diri dan taat
sampai mati, bahkan sampai mati di salib. Itulah sebabnya Allah sangat
meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama yang di atas segala
nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di
langit, yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala
lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, untuk kemuliaan Allah Bapa (Flp 2:5-11).
Nyanyian; S. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja kemuliaan kekal. U. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja kemuliaan kekal. S. Tuhan sungguh sudah bangkit; baginya hormat dan kekuasaan selama-lamanya. U. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja kemuliaan kekal.
P.Marilah kita berdoa. (Hening)
Ya Allah yang maha pengasih, kami bersyukur karena kami boleh
mengenangkan Yesus yang sengsara dan wafat demi keselamatan kami.
Limpahkan berkat-Mu atas kami yang mengharapkan kebangkitan bersama Dia.
Semoga karena berkat-Mu, kami boleh bertumbuh dalam iman dan keyakinan
akan kebahagiaan abadi. Demi Kristus, Tuhan kami. U. Amin.
Marilah kita berdoa untuk menghormati kebangkitanNya yang illahi, sehingga dapat membawa kita kepada kehidupan abadi yang luhur. Sesungguhnya, bahwa Yesus lahir pada malam Natal; Sesungguhnya, bahwa Yesus dikhitankan pada hari yang kedelapan setelah kelahiranNya; Sesungguhnya,
bahwa orang-orang majus dari Timur datang pada hari ketigabelas setelah
kelahiran Yesus dengan mempersembahkan persembahan kepadaNya berupa
emas, kemenyan dan mur; Sesungguhnya, bahwa Yesus disalibkan pada hari Jum'at Suci; Sesunggunnya, bahwa Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea menurunkan dan mengambil tubuh Yesus dari atas salib dan memakamkanNya; Sesungguhnya, bahwa pada hari yang ketiga setelah Yesus wafat dan dimakamkan, Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; Sesungguhnya, bahwa Yesus telah naik ke surga dengan mulia dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa;
Semoga Tuhan kita Yesus Kristus akan selalu melindungi kita, sekarang dan sampai di akhirat; O Allah Bapa, Engkau yang ada di surga, ke dalam tanganMu kami serahkan jiwa kami; Yesus - Maria - Anna. Yesus - Maria - Yosef. Yesus - Maria - Yoakim. Kasihanilah dan doakanlah kami;
O... Tuhan Yesus Kristus, karena kesengsaraan yang Kau derita di kayu
salib, terutama ketika jiwa-Mu akan meninggalkan tubuhMu yang suci itu,
kasihanilah jiwa kami di saat la akan meninggalkan dunia ini.
O
Yesus, berilah kami tekad yang kuat untuk memanggul salib kami dan
ajarilah kami untuk menganggap bahwa kesengsaraan dan derita adalah
sebagai suatu anugerah, agar supaya kekuasaan Allah Bapa menaungi kami,
kebijaksanaan Allah Putera memberkati kami, kesucian Allah Roh Kudus
melindungi kami, sehingga dengan demikian Tritunggal Yang Maha Suci
menerima kami dan membawa kami ke kehidupan yang kekal di surga. Amin.
† Dalan Nama Bapa ... † Aku Percaya .... Kemuliaan Kepada Bapa ... Terpujilah ...
• Bapa Kami ....
• Salam, Putri Allah Bapa .................... Salam Maria ... • Salam, Bunda Allah Putra ................. Salam Maria ... • Salam, Mempelai Allah Roh Kudus ... Salam Maria ...
Kemuliaan Kepada Bapa ... Terpujilah ...
Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah).
• Bapa Kami ...... • Salam Maria ..... 10x Kemuliaan Kepada Bapa ... Terpujilah ...
Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa ke 2 dari dan setrusnya samapi 5 kali.
Peristiwa-peristiwa Gembira, khususnya selama Masa Adven dan Natal (Senin & Sabtu) 1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38). 2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45). 3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7). 4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40). 5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).
Peristiwa-peristiwa Sedih, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat (Selasa & Jumat) 1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46). 2. Yesus didera (Yoh 19:1). 3. Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3). 4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk 22:26-32). 5. Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).
Peristiwa-peristiwa Mulia, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu (Rabu - Minggu) 1. Yesus bangkit dari kematian (Luk 21:1-12). 2. Yesus naik ke surga (Luk 24:50-53). 3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13). 4. Maria diangkat ke surga (1Kor 15:23; DS 3903). 5. Maria dimahkotai di surga (Why 12:1, DS 3913-3917).
Peristiwa-peristiwa Terang. (Kamis) 1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17) 2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11) 3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat 4:17,23) 4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2,5) 5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24)
Perawan Fatima, Bunda yang penuh belas kasih, Ratu Surga dan Bumi,
Perlindungan orang berdosa, kami yang bergabung dalam Gerakan Imam
Maria, mempersembahkan diri secara khusus kepada Hatimu Yang Tak
Bernoda.
Dengan Doa Persembahan ini, kami bermaksud untuk hidup
bersamamu dan melalui dikau, melakukan kewajiban yang kami terima dari
Janji Pembaptisan kami. Selanjutnya, kami berjanji untuk sungguh
mengusahakan pertobatan batin yang amat dituntut oleh Injil, suatu
pertobatan yang akan membebaskan kami dari setiap keterlibatan diri dan
mudahnya berkompromi dengan dunia, hingga, seperti engkau, kami hanya
bersedia melakukan kehendak Bapa.
Kepada mu, kami ingin
memasrahkan hidup Kristiani dan panggilan kami, dengan demikian engkau
dapat menggunakan diri kami, dalam rangka penyelamatan, pada saat-saat
yang menentukan bagi dunia, sekarang ini. Kami berjanji akan hidup
menurut yang engkau inginkan, terutama yang berkenaan dengan pembaharuan
kehidupan doa dan silih kami, terlibat secara sungguh-sungguh dalam
Perayaan Ekaristi dan kerasulan, berdoa rosario setiap hari dan sikap
hidup yang cermat, sesuai dengan Injil, yang bagi semua orang merupakan
penghayatan keutamaan Kristiani, terutama dalam hal kemurnian.
Kami berjanji kepadamu, untuk bersatu dengan Bapa Suci, tata pimpinan
Gereja dan imam kami dan dengan demikian membangun benteng terhadap
usaha penolakan akan wewenang mengajar, yang mengancam dasar Gereja yang
paling hakiki.
Dibawah perlindunganmu, kami ingin menjadi
rasul dalam kesatuan doa yang amat diperlukan ini dan demi cinta kepada
Bapa Suci. Bagi beliau, kami memohonkan perlindungan yang khusus.
Akhirnya, kami berjanji untuk membawa sebanyak mungkin, jiwa yang kami
jumpai dan kenal, supaya membaharui pengabdian kepadamu. Kami prihatin
akan ateisme yang telah menyebabkan kehancuran iman sejumlah besar umat
beriman, penodaan telah mencemari bait Allah yang suci, gelombang
kejahatan dan dosa makin menyebar luas di seluruh dunia. Dengan penuh
kepercayaan, kami berpaling kepadamu, ya Bunda Kristus, Tuhan dan Allah
kami dan Bunda kami yang kuasa dan berbelas kasih. Pada hari ini, kami
kembali memohon dan menanti darimu, penyelamatan bagi semua anakmu, ya
Perawan Maria yang baik dan penuh kasih. Amin.